Strategi Pengembangan Budaya Literasi dengan Metode MLM

Strategi Pengembangan Budaya Literasi Dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah memandang budaya literasi sangat penting dan sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam menambah pengetahuan dan wawasan. Tapi di sisi lain sebagian besar peserta didik memnadang bahwa literasi adalah sesuatu yang membosankan. Apa itu budaya literasi? Dan apa manfaat budaya lierasi bagi peserta didik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

kata budaya mengandung arti sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang susah untuk diubah. Sedangkan literasi menurut Wikipedia adalah istilah umum yang merujuk kepada kemampuan dan ketrampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Bila kedua kata diatas digabung, maka budaya literasi dapat diartikan sebagai individu yang melakukan kebiasaan sehingga memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

kendala yang dihadapi

Kendala yang dihadapi dalam pengembangan budaya literasi di sekolah adalah masih ada sebagian peserta didik yang belum gemar membaca, apalagi bacaan dengan paragraf yang banyak dan kalimat yang panjang. Inilah yang menjadi tantangan pendidik untuk membangkitkan peserta didik gemar membaca. Media bacaan tidak hanya dari media cetak seperti buku, majalah, brosur dan koran tetapi juga dari media elektronik seperti HP, radio, dan televisi. Dengan banyak membaca  diharapkan peserta didik mempunyai banyak ilmu pengetahuan, wawasan dan informasi dalam segala hal. Dunia seakan di depan mata karena segala informasi di dunia dapat kita peroleh dengan membaca.

Bagaimana menumbuhkan minat baca peserta didik?

Yaitu dengan Strategi pengembangan budaya literasi dengan metode MLM (Membaca Lima Belas Menit) melibatkan peserta didik membaca media masa nasional seperti Kompas.com, Detik.com, dan Republika.com selama lima belas menit sebelum pembelajaran dimulai. Dengan memanfaatkan HP, peserta didik dimotivasi untuk membaca dan kemudian berbagi isi yang telah mereka baca dengan rekan-rekan mereka di kelas. Pertanyaan-pertanyaan tentang isi bacaan diajukan secara acak kepada sejumlah peserta didik untuk merangsang diskusi. Kebiasaan ini harus dilakukan secara konsisten untuk membangun budaya literasi yang kuat di sekolah.

Manfaat Literasi

Perlu diketahui oleh pendidik dan peserta didik, bahwa manfaat literasi dapat menambah wawasan, kosa kata, mengoptimalkan kerja otak, memperoleh informasi baru, meningkatkan kemampuan interpersonal, mengembangkan kemampuan verbal, melatih kemampuan berfikir dan menganalisa. Hal inilah yang bisa membuat peserta didik menjadi cerdas dan pandai. Generasi penerus bangsa diharapkan oleh bangsa dan negara akan terwujud menjadi generasi emas yang menyumbangkan prestasi dan meraih prestasi.

Strategi Pengembangan Budaya Literasi

Sudah menjadi tanggung jawab pendidik untuk membuat peserta didiknya menyukai dan melakukan budaya literasi. Pendidik harus selalu bersemangat dalam memotivasi peserta didik untuk membudayakan kegiatan literasi dengan metode MLM (Membaca Lima Belas Menit). SMK PGRI 1 Kudus membuat gerakan baru untuk mendukung kegiatan tersebut yaitu perpustakaan digital, agar peserta didik dapat memperoleh referensi dalam mengerjakan tugas sekolah dan mengembangkan cara berpikir mereka, untuk membentuk generasi yang cerdas dan berkualitas.

Leave a Comment